LLDIKTI Wilayah XIII Perkuat Pengelolaan Tracer Study Perguruan Tinggi di Aceh melalui Bimtek

Banda Aceh – LLDIKTI Wilayah XIII menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Tracer Study pada Selasa, 5 Mei 2026, di Kantor LLDIKTI Wilayah XIII. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi swasta se-Aceh sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan tracer study dalam mendukung mutu pendidikan tinggi dan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU).

Kegiatan dimulai dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan acara dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah XIII, Syafi’i, S.E., M.Si.Ak.

Ketua Panitia Pelaksana, Masykur, S.T., M.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa tracer study memiliki peran penting sebagai sumber data untuk melihat keterkaitan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, pengelolaan tracer study yang baik dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan mutu institusi pendidikan tinggi.

Dalam sambutannya, Syafi’i menegaskan bahwa tracer study bukan hanya menjadi kewajiban pelaporan, tetapi juga instrumen evaluasi untuk melihat relevansi kompetensi lulusan. Ia berharap melalui bimtek ini, peserta dapat memahami pengelolaan tracer study secara lebih efektif, mulai dari pengumpulan data, pengisian sistem, hingga pelaporan berbasis nasional.

Sesi materi pertama disampaikan oleh Direktur Direktorat Kewirausahaan dan Alumni Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, S.TP., M.Sc., yang membahas penguatan Career Development Center (CDC) dalam mendukung peningkatan IKU perguruan tinggi. Ia menjelaskan pentingnya peran CDC dalam mempersiapkan lulusan agar lebih siap menghadapi dunia kerja dan memiliki daya saing yang tinggi.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dina Febrina, S.Kom., selaku pengelola tracer study Universitas Syiah Kuala. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan teknis pengelolaan tracer study, mulai dari mekanisme pengisian hingga pelaporan data melalui sistem nasional. Sesi ini berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan diskusi dari peserta terkait tantangan pelaksanaan tracer study di masing-masing perguruan tinggi.

Kegiatan berlangsung hingga sore hari dan ditutup dengan sesi evaluasi serta penegasan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pengelolaan tracer study di lingkungan perguruan tinggi Aceh.

Melalui kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah XIII berharap perguruan tinggi di Aceh dapat semakin optimal dalam memanfaatkan tracer study sebagai dasar pengembangan mutu lulusan, peningkatan layanan karier, serta penguatan daya saing institusi di tingkat nasional.