LLDikti Wilayah XIII Gelar Internalisasi Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas bagi Satpam, Cleaning Service dan Driver
Banda Aceh, LLDikti13 — Dalam rangka memperkuat pembangunan Reformasi Birokrasi (RB) dan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), LLDikti Wilayah XIII menggelar kegiatan Internalisasi RB dan ZI kepada pegawai outsourcing yang terdiri dari satpam, cleaning service, dan driver pada tanggal 11 Mei 2026 di ruang Rapat B Lantai 3 LLDikti Wilayah XIII pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah XIII dan juga Asesor Area Penguatan Pengawasan, Bapak Syafi’i, S.E., M.Si. Ak. dan juga tururt hadir Drs. M. Najib, M.Pd selaku Wakil Ketua Tim RB ZI, M. Fuad, S.Ag., M.H. selaku Asesor Area Penataan dan Penguatan Organisasi, Julfikar, S.E., M.Si. selaku Asesor Area Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Dly Saputra, S.H. selaku Manajer Area Manajemen Perubahan, dan Yauma Alyanur, S.E. selaku Anggota Area Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. dan juga acara ini dihadiri oleh Bapak Deden selaku perwakilan dari PT. Athena Tagaya.
Setelah Pembukaan dan Sambutan Acara yang disampaikan oleh Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah XIII, penyampaian materi mengenai Internalisasi di sampaikan oleh Dly Saputra, S.H. selaku Manajer Area Manajemen Perubahan. Hal ini dilaksanakan sebagai bentuk penguatan pemahaman seluruh unsur pegawai di lingkungan LLDikti Wilayah XIII mengenai pentingnya budaya kerja yang jujur, disiplin, profesional, dan berorientasi pelayanan. Dalam pemaparan materi dijelaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan maupun ASN semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen yang berada di lingkungan instansi.

Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai konsep Zona Integritas, yaitu predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang memiliki komitmen mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Selain pemaparan materi, terdapat masukan dan saran dari para Asesor RB dan ZI terhadap satpam, cleaning service dan driver dijelaskan pula bahwa masyarakat menginginkan pelayanan yang cepat, lingkungan kerja yang bersih, pegawai yang ramah, keamanan yang baik, serta pelayanan yang bebas dari pungutan liar dan gratifikasi. Oleh sebab itu, seluruh pegawai memiliki peran penting dalam menjaga citra positif instansi pemerintah.

Dalam materi yang disampaikan, dijelaskan peran strategis masing-masing pegawai outsourcing. Satpam sebagai garda terdepan instansi diharapkan mampu menyambut tamu dengan ramah, menjaga keamanan dan ketertiban, memberikan informasi dengan sopan, serta menolak segala bentuk pungli maupun gratifikasi. Sikap satpam dinilai menjadi kesan pertama masyarakat terhadap instansi.
Sementara itu, cleaning service memiliki peran dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja sebagai cerminan birokrasi yang baik. Cleaning service juga diharapkan mampu menjaga kejujuran, tanggung jawab, serta menggunakan fasilitas kantor dengan baik.
Adapun driver memiliki tanggung jawab dalam menjaga kendaraan dinas, mengemudi dengan aman dan tertib, disiplin waktu, menjaga etika selama bertugas, serta tidak menyalahgunakan fasilitas negara. Sikap profesional driver juga dianggap menjadi representasi citra instansi di lapangan.

Kegiatan ini juga menanamkan budaya pelayanan prima melalui penerapan 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Peserta diajak memahami bahwa pelayanan yang baik akan menciptakan rasa nyaman dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap instansi pemerintah.
Selain itu, peserta diberikan edukasi mengenai perilaku yang mencerminkan integritas, seperti datang tepat waktu, menjaga kebersihan, membantu masyarakat tanpa meminta imbalan, serta menjaga nama baik instansi. Sebaliknya, perilaku seperti meminta uang, bersikap kasar, menyalahgunakan fasilitas kantor, merokok saat bertugas, dan menyebarkan informasi internal tanpa izin ditegaskan sebagai tindakan yang harus dihindari.
Dalam sesi penutup, seluruh peserta diajak membangun komitmen bersama untuk bekerja sesuai prosedur, bekerja secara jujur, disiplin, bertanggung jawab, memberikan pelayanan terbaik, serta menolak segala bentuk pungutan liar dan gratifikasi.

Melalui kegiatan internalisasi ini, diharapkan seluruh pegawai outsourcing di lingkungan LLDikti Wilayah XIII dapat menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya birokrasi yang bersih, profesional, dan melayani demi tercapainya pembangunan Zona Integritas menuju WBK.