Rapat Kerja Pimpinan Badan Penyelenggara dan Pimpinan Perguruan Tinggi, LLDIKTI Wilayah XIII Perkuat Sinergi Transformasi Pendidikan Tinggi

Banda Aceh, LLDikti13 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII menyelenggarakan Rapat Kerja Pimpinan Badan Penyelenggara PTS dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Lingkungan LLDikti Wilayah XIII di Hotel The Pade. Kegiatan ini diikuti oleh 69 pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) beserta badan penyelenggara di lingkungan LLDikti Wilayah XIII sebagai wadah memperkuat sinergi dan menyelaraskan langkah dalam mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdampak (23-24/7/2026).

Rapat kerja menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yaitu Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, serta Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Selain itu, kegiatan juga menghadirkan Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric., Sc., Wakil Rektor I Universitas Teuku Umar, Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T., Kepala LLDikti Wilayah XIII, dan Dr. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd., yang turut menyampaikan materi sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Dalam sambutannya, Kepala LLDikti Wilayah XIII, Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T., menyampaikan bahwa perguruan tinggi di Aceh masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu dijawab melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Saat ini, LLDIKTI Wilayah XIII membina 3.525 dosen, namun baru 9 dosen yang telah mencapai jabatan fungsional Guru Besar. Selain itu, hingga saat ini belum terdapat perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah XIII yang memperoleh Akreditasi Unggul, meskipun telah terdapat 18 program studi yang berhasil meraih Akreditasi Unggul.

Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T. Kepala LLDikti Wilayah XIII

“Data ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tata kelola perguruan tinggi, dan mutu akademik agar semakin kompetitif di tingkat nasional,” ujar Rizal Munadi.

Pada sesi pertama, Dr. Fauzan Adziman memaparkan arah kebijakan pemerintah dalam penguatan riset dan pengembangan sebagai fondasi transformasi pendidikan tinggi. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem riset yang mampu menghasilkan inovasi dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional. Perguruan tinggi juga didorong untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha dan industri, serta masyarakat agar hasil riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu menjawab kebutuhan bangsa.

Dr. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Panitia

Selanjutnya, Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M. menyampaikan materi “Transformasi Pendidikan Tinggi Indonesia” yang menekankan pentingnya penguatan mutu dan daya saing perguruan tinggi melalui tata kelola yang baik, pengembangan riset dan inovasi, serta kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, transformasi pendidikan tinggi harus mampu melahirkan perguruan tinggi yang adaptif, relevan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pada sesi berikutnya, Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric., Sc., Wakil Rektor I Universitas Teuku Umar, memaparkan materi berjudul “Rancangan Implementasi Sistem Perguruan Tinggi Aceh Merespon Kebijakan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025”. Materi ini mengulas pentingnya kesiapan perguruan tinggi di Aceh dalam menyesuaikan tata kelola, sistem akademik, dan strategi kelembagaan agar selaras dengan kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric., Sc., Wakil Rektor I Universitas Teuku Umar

Selanjutnya, Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T. menyampaikan materi “Potret Mutu PTS dan Program Kerja LLDIKTI Wilayah XIII Tahun 2026”, yang memaparkan kondisi mutu perguruan tinggi swasta di Aceh sekaligus arah kebijakan dan program prioritas LLDIKTI Wilayah XIII dalam mendukung peningkatan kualitas kelembagaan, sumber daya manusia, tata kelola, serta akreditasi perguruan tinggi.

Sebagai penutup, Dr. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi “Sosialisasi Pedoman PTS Berprestasi Tahun 2026”. Dalam paparannya, ia menjelaskan pedoman, mekanisme, serta indikator penilaian yang menjadi acuan dalam pemilihan PTS Berprestasi Tahun 2026 sebagai upaya mendorong budaya mutu dan peningkatan kinerja perguruan tinggi swasta.

Melalui rapat kerja ini, LLDIKTI Wilayah XIII mengajak seluruh perguruan tinggi swasta di Aceh untuk memanfaatkan berbagai program penguatan kelembagaan yang disediakan pemerintah, meningkatkan kualitas dosen, memperbanyak jumlah Guru Besar, mempercepat pencapaian akreditasi unggul, serta memperkuat budaya riset dan inovasi.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara LLDIKTI Wilayah XIII, badan penyelenggara, dan perguruan tinggi swasta di Aceh dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdampak bagi pembangunan daerah maupun nasional.